Loading

LOADING

Loading

LOADING

21 April 2026
News
4 Min Reading

Bisa Sembuhkah Penyakit TB dengan Diabetes Melitus?

Bisa Sembuhkah Penyakit TB dengan Diabetes Melitus?

Bisa Sembuhkah Penyakit TB dengan Diabetes Melitus?Stop TB Partnership ID9 Apr2 menit membacaPada dasarnya, penyakit menular bernama Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Umumnya TB diobati selama 6 bulan, namun pada kondisi tertentu bisa jadi lebih lama, seperti adanya komorbid Diabetes Mellitus (DM).

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang mengganggu metabolisme tubuh, terutama adanya gangguan pada organ pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengontrol gula darah. Menurut International Diabetes Federation, tahun 2024 jumlah kasus diabetes pada orang dewasa di Indonesia sebanyak 20.426.400.  Penelitian menunjukkan bahwa pasien DM memiliki risiko 3x lebih tinggi mengalami TB. Bahkan beberapa kasus melaporkan sebaliknya, 18% pasien TB mengalami DM. Artinya orang yang mengalami DM bisa lebih rentan positif TB dibandingkan yang tidak ada DM. Kenapa pasien DM lebih berisiko mengalami TB?Penyebab utamanya adalah sistem pertahanan tubuh yang sudah tidak optimal. Gula darah yang tidak terkontrol menyebabkan inflamasi di dalam sel tubuh, sehingga imunitas pertama tubuh bernama makrofag mengalami kerusakan yang menyebabkan gangguan kontrol dan penghambatan terhadap infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Hal ini yang menyebabkan bakteri TB lebih mudah berkembang pada pasien DM.

Apa saja gejala TB pada pasien DM?Berdasarkan kemenkes RI, gejala dan tanda TB pada pasien DM adalah sebagai berikut:Batuk ≥ 2 minggu;BB turun tanpa penyebab jelas/BB tidak naik/ nafsu makan turun;Demam hilang timbul tanpa sebab yang jelas;Berkeringat malam hari tanpa kegiatan;Pembesaran kelenjar getah bening (KGB).

Adapun pasien TB tanpa diketahui DM atau tidak tetap perlu dilakukan skrining DM. Umumnya keluhan klasik DM adalah 3P dan lainnya:Sering buang air kecil (poliuria)Sering lapar (polifagi)Sering haus dan minum berlebihan (polidipsia), sertaMenurunnya berat badan tanpa sebab yang jelasMerasa lemas, sering kesemutan, gatal, dan penglihatan kaburBagaimana pengobatan pasien TB-DM?Umumnya pasien TB diobati dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan, namun bisa diperpanjang hingga 9 bulan bila tidak ada perbaikan dan gula darah tidak terkontrol. Perlu diketahui bahwa umumnya OAT dapat mempengaruhi kinerja obat DM oral, sehingga pilihan obat DM dengan TB disarankan menggunakan insulin. Namun, bila ada keterbatasan di fasilitas kesehatan maka dapat ditingkatkan dosis obat DM oral. Namun hal ini dapat berisiko pada kepatuhan pengobatan, sehingga sangat perlu diawasi lebih ketat terutama gula darah harus selalu dipantau.

Dalam kesempatan lain Wakil Menteri Kesehatan dalam acara temu media Hari Tuberkulosis Sedunia pada 6 April 2026, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.

P, FISR menyampaikan bahwa “Diabetes itu menurunkan daya tahan tubuh, maka orang diabetes banyak sekali terkena Tuberkulosis” Beliau menghimbau untuk masyarakat Indonesia dapat menggunakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di puskesmas untuk memantau kesehatannya terutama pemeriksaan gula darah dalam memantau apakah ada risiko diabetes atau tidak. Selain itu, bagi pasien DM dapat memantau gula darah dengan rutin serta menjaga kebersihan lingkungan dan mengatur pola makan, menerapkan etika batuk bila batuk atau bersin serta rutin melakukan aktivitas fisik agar imunitas tetap terjaga sehingga bisa terhindar dari TB. Seputar TBCBerita dan Kegiatan

5 Views

Leave a Comment

Comments (0)

No comments yet.

OTHER PUBLICATIONS

Memahami Obesitas dengan Empati, Stigma Hanya Memperburuk Kondisi
News21 April 2026

Memahami Obesitas dengan Empati, Stigma Hanya Memperburuk Kondisi

Kreator asal Surabaya, Steven Wongso, dikritik banyak pihak setelah melontarkan hinaan kepada orang gemuk. Dia dianggap menyakiti mereka yang sedang berjuang melawan obesitas, usai menyamakan orang gemuk dengan anjing yang menghabiskan makanan sebanyak apa pun di hadapannya. Tapi, benarkah obesitas sesederhana "tidak bisa menahan makan" seperti yang diucapkan Steven?Stop TB Partnership Indonesia menyayangkan pernyataan tersebut. Memang benar bahwa pola makan merupakan salah satu faktor utama yan

IT OPERATIONS & INFRASTRUCTURE OFFICER for the anticipated Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) FULL-TIME STAFF
News21 April 2026

IT OPERATIONS & INFRASTRUCTURE OFFICER for the anticipated Life-saving Facility and Community-based Service Delivery Support for Tuberculosis (FCSDS) FULL-TIME STAFF

About STPIStop TB Partnership Indonesia (STPI), formally known as Yayasan Kemitraan Tuberculosis Indonesia, has been at the forefront of civil society efforts to accelerate TB elimination in Indonesia since 2018. Over the years, STPI has established itself as a key partner to the Government of Indonesia, bringing together communities, civil society, and stakeholders to strengthen the national TB response. Drawing on its extensive experience, reach, and technical expertise, STPI has earned the tr

Bisa Sembuhkah Penyakit TB dengan Diabetes Melitus?
News21 April 2026

Bisa Sembuhkah Penyakit TB dengan Diabetes Melitus?

Pada dasarnya, penyakit menular bernama Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Umumnya TB diobati selama 6 bulan, namun pada kondisi tertentu bisa jadi lebih lama, seperti adanya komorbid Diabetes Mellitus (DM).Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang mengganggu metabolisme tubuh, terutama adanya gangguan pada organ pankreas dalam menghasilkan insulin untuk mengontrol gula darah. Menurut International Diabetes Federation, tahun 2024 jumlah kasus diabetes pad